Monday, March 12, 2012

PENTINGNYA BELAJAR KEWARGANEGARAAN BAGI MAHASISWA


I)                  PENDAHULUAN

Pendidikan kewarganegaraan merupakan matakuliah yang wajib diberikan dalam pendidikan tinggi, sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan juga Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 267/Dikti/Kep/2000 tentang Penyempurnaan Kurukulum Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, yang kemudian diperbaharui dengan SK Dirjen Dikti No. 43/Dikti/2006 tentang Rambu rambu Pelaksanaan Matakuliah engembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.
      Tujuan utama pendidikn kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan perilaku cinta tanah air, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri mahasiswa sebagai calon cendikiawan. Karena itu bagi seorang pelajar untuk belajar atau memhami pendidikan kewargananegaraan itu sangat penting bagi dirinya sendiri agar mempunyai bibit unggul bangsa yang di mana pada masanya nanti bibit ini akan melahirkan pemimpin dunia. Karena itulah diperlukan pendidikan moral dan akademis yang akan menunjang sosok pribadi pelajar Kepribadian mahasiswa akan tumbuh seiring dengan waktu dan mengalami proses pembenahan, pembekalan, penentuan, dan akhirnya pemutusan prinsip diri.

II)                PEMBAHASAN

Mahasiswa adalah bibit unggul bangsa yang di mana pada masanya nanti bibit ini akan melahirkan pemimpin dunia. Karena itulah diperlukan pendidikan moral dan akademis yang akan menunjang sosok pribadi mahasiswa. Kepribadian mahasiswa akan tumbuh seiring dengan waktu dan mengalami proses pembenahan, pembekalan, penentuan, dan akhirnya pemutusan prinsip diri. Negara, masyarakat masa datang, diperlukan ilmu yang cukup untuk dapat mendukung kokohnya pendirian suatu Negara.

            Pentingnya seorang pelajar mempelajari kewarganegaraan dan di dalam suatu negara mempunyai suatu unsur-unsur negara seperti rakyat,wilayah,dan pemerintahan dan adapun konsep-konsep pendidikan kewarganegaraan bagi pelajar adalah :

1.      Pendidikan Kewarganegaraan memiliki dua dimensi ontologi yaitu :

a)      Obyek Telaah yaitu keseluruhan aspek idiil, instrumental, dan praksis disebut sistem pendidikan kewarganegaraan( spkn/SPKn ) yang dapat ditulis dengan semuanya huruf besar atau huruf kecil.
b)      Obyek Pengembangan yaitu keseluruhan anah sosio – psikologi peserta didik yaiyu ranah kognitif, afektif, konatif, dan psikomotorik yang menyangkut status, ak, kewajibannya sebagai warganegara, yang perlu dimuliakan da dikembangkan secara programatik guna mencapai warganegar yang cerdas dan baik.

2.      Aspek Eepestemologi Pendidikan Kewarganegaraan

            Aspek ini berkaitan erat dengan dengan aspek ontologo pendidikan kewarganegaa, karena aspek epistemologis yang pada dasarnya berwujud dalam derbagai bentuk kegiatan sustematis dalam upaya membangun pengetahuan bidang pendidkan kewarganegaraan.

3.      Aksiologi

untuk memfasilitasi pengembangan body of knowledge sistem pengetahuan atau disiplin pendidikan, melandasi dan memfasilitasi pengembangan dan pelaksanaan pendidikan demokrasi di sekolah maupun di luar sekolah, dan membingkai serta memfasilitasi berkembangnya koridorproses demokrasi secara soial kultural dalam masyarakat.
Kompetensi yang diharapkan dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan antara lain agar mahasiswa mampu menjadi warga negara yang memiliki pandangan dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM, agar mahasiswa mampu berpartisipasi dalam upaya mencegah dan menghentikan berbagai tindak kekerasan dengan cara cerdas dan damai, agar mahasiswa memilik kepedulian dan mampu berpartisipasi dalam upaya menyelesaikan konflik di masyarakat dengan dilandasi nilai-nilai moral, agama, dan nilai-nilai universal, agar mahasiwa mampu berpikir kritis dan objektif terhadap persoalan kenegaraan, HAM, dan demokrasi, agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan solusi terhadap berbagai persoalan kebijakan  publik, agar mahasiswa mampu meletakkan nilai-nilai dasar secara bijak (berkeadaban).

Dalam menghadapi kecenderungan globalisasi tersebut, Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) di Indonesia ditempatkan sebagai salah satu bidang kajian yang mengemban misi nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui koridor “value-based education”. Selain sebagai value-based education, dalam era global Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia mengemban misi sebagai pendidikan demokrasi (Civic Education for democracy). Oleh karena itu hendaknya Pendidikan Kewarganegaraan mengkaji konsep besar yang dibawa globalisasi, yakni demokrasi, hak-hak asasi manusia, dan menempatkan hukum di atas segalanya (supremacy of law/rule of law) yang didasarkan pada fondasi sepuluh pilar demokrasi (The Ten Pillars of Indonesian Constitutional Democracy) yang menjadi dasar pengembangan pendidikan kewarganegaraan yang baru.
            Apapun penekanannya semua bermuara pada pembangunan civic competence (kompetensi kewarganegaran). Aspek-aspek civic competences tersebut meliputi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), dan watak atau karakter kewarganegaraan (civic disposition). Hal ini secara konseptual dan teoritik sejak tahun 1994 telah diajukan oleh Center for Civic Education dalam National Standards for Civics and Government (Branson,1998).
            Dengan demikian terdapat beberapa keharusan dan tuntutan terhadap Pendidikan Kewarganegaraan dalam mengembangkan kompetensi kewarganegaraan di era global, baik dalam kajian disiplin ilmu, kurikulum, dan pembelajaran. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka perlu diadakan suatu forum ilmiah untuk mengkaji fungsi peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam mengembangkan kompetensi kewarganegaraan di era
globalisasi.

      III)        PENUTUP

Pendidikan Kewarganegaraan lah yang mengajarkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab. Karena kewarganegaraan itu tidak dapat diwariskan begitu saja melainkan harus dipelajari dan di alami oleh masing-masing orang. Apalagi negara kita sedang menuju menjadi negara yang demokratis, maka secara tidak langsung warga negaranya harus lebih aktif dan partisipatif. Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa harus memepelajarinya, agar kita bisa menjadi garda terdepan dalam melindungi negara. Garda kokoh yang akan terus dan terus melindungi Negara walaupun akan banyak aral merintang di depan.

Dan sebab itu lah semua pelajar di kalangan sekolah maupun mahasiswa harus mempelajari  Pendidikan Kewarganegaraan dan sangat penting manfaatnya, di masa depan harus segera dilakukan perubahan secara mendasar konsep, orientasi, materi, metode dan evaluasi pembelajarannya. Tujuannya adalah agar membangun kesadaran para pelajar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara dan mampu menggunakan sebaik-baiknya dengan cara demokratis dan juga terdidik.




Wednesday, December 28, 2011

Yamaha "Worldcrosser", Penakluk Medan Off-road



Yamaha telah mengumumkan akan memasarkan XT 1200Z Super Tenere versi Worldcrosser, Maret 2012. Sosok sepeda motor model trail ini pernah dipamerkan di Cologne, tahun lalu, tapi masih konsep.



Dibandingkan dengan kompetitornya, BMW, dengan versi yang sama (GS), tampilan Worldcrosser lebih kasar karena orientasinya memang untuk off-road. Pokoknya, produsen berlogo garputala itu merancang sepeda motor tersebut untuk memenuhi impian mereka yang suka berkeliling dunia dengan kendaraan roda dua.

Super Tenere (disebut juga Super Ten) punya beberapa kelebihan, di antaranya panel samping yang ringan karena menggunakan bahan serat karbon, garpu depan diberi pelindung dan ditambah aluminium anodized pelat hitam, serta drive shift dan rem belakang yang dikasih pelindung ekstra agar terbebas dari hantaman benda keras.




Bila membeli Super Tenere versi standar, Anda bisa mengubahnya menjadi versi Worldcrosser karena tersedia Worldcross Kit. Yamaha juga menyodorkan Worldcrosser R dengan lampu LED serta knalpot yang terbuat dari bahan titanium dan dilengkapi perisai dari bahan serat karbon.



Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2011/12/19/1055406/Yamaha.Worldcrosser.Penakluk.Medan.Off-road

Tampang Sporti Toyota Prius C Buatan TRD



Beberapa rumah modifikasi di Jepang sudah menunjukkan karya mereka pada Toyota Aqua Hybrid a.k.a Prius C. TRD, penyuplai aftermarket kompetisi Toyota, 'gatal' ikut mengubah dan hasilnya Prius C TRD Sportivo akan dipamerkan di Detroit Motor Show, Januari 2012.

Pemakaian aksesoris bikinan TRD telah menutupi Prius C yang ramah lingkungan. Bahkan tampilan hatchback ini jadi lebih sporti setelah spoiler depan diubah dengan penambahan ventilasi udara dan LED daytime running light. Sisi mobil dilengkapi side skirt yang modelnya disesuaikan dengan lekukan spoiler depan. Sementara pada bagian belakang, kesan sportnya sangat kuat setelah dikasih dua spoiler, yakni atas dan bawah, plus diffuser.
Sementara interior tak banyak mendapat sentuhan, namun bukan berarti tidak meninggalkan bekas. TRD hanya memberi tanda pada tombol start/stop dengan warna merah dan lambang TRD di tengahnya.

Mengenai mesin, nasibnya setali tiga uang sama interior, tanpa disentuh sama sekali.
Hal serupa juga dilakukan TRD untuk jantung pacu yang tidak disentuh sama sekali. Namun kesan sporti tetap diberikan melalui penggantian sistem gas buang dengan mengganti knalpot belakang dengan model kembar. Paling tidak ada suara 'nge-bass' yang keluar untuk memberikan kesan sport.

Hal lain  membuat Prius C menarik, yakni stabilitas yang berbeda dengan bawaan pabrik. Hal tersebut berkat perubahan shock absorber dan per kompetisi. Dan penggantian komponen tersebut juga membuat Prius C lebih rendah. Terlebih lagi pelek yang digunakan lebih besar dengan ban yang tipis sehingga menghasilkan daya cengkram lebih optimal.

4 Prinsip Penularan HIV



Human imunodefisiensi virus (HIV) ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, sperma, cairan vagina, atau air susu ibu. 

Menurut penjelasan dr.Ekarini Aryasatiani, Sp.OG, dari RSUD Tarakan Jakarta Pusat, secara umum ada 4 prinsip penularan HIV, yakni:

1. Exit. Ini berarti virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, baik melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi. 

2. Survive. Untuk dapat menularkan HIV, virus harus bisa bertahan hidup di luar tubuh. 
"Virus ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh. Untuk peralatan kedokteran yang dipakai dan menyentuh darah pasien positif HIV biasanya direndam dalam larutan klorin 0,5 persen virusnya akan mati," paparnya.

3. Sufficient. Hal ini berarti jumlah virusnya harus cukup untuk dapat menginfeksi.
"Jika virusnya hanya sedikit tidak akan berpengaruh. Karena itu jangan percaya dengan orang yang menakut-nakuti ada tusuk gigi atau jarum di tempat umum yang berasal dari orang positif HIV, selain jumlah virusnya sangat sedikit, pasti virusnya juga sudah mati," paparnya.

4. Enter. Berarti virusnya harus masuk ke tubuh orang lain melalui aliran darah. Hal ini berarti melalui pertukaran darah antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin atau menyusui, hubungan seksual, baik anal atau vaginal, serta alat tusuk tidak steril yang menembus kulit. 

Hubungan seksual yang berpotensi menularkan HIV berlaku bagi semua pasangan apabila salah satunya positif mengidap HIV, baik pasangan homoseksual, heteroseksual, mau pun biseksual, baik di dalam atau di luar perkawinan. 



Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/12/01/11380924/4.Prinsip.Penularan.HIV

Dinkes Bali Selidiki Infeksi HIV Melalui Jarum Tato





Dinas kesehatan Bali masih menyelidiki kasus penularan HIV melalui jarum tato seperti yang diklaim seorang turis asal Australia. Dengan demikian belum dapat dipastikan apakah turis tersebut terinfeksi dari jarum tato atau kontak seksual.

"Kami sudah menerima laporan tentang kasus ini dari Menteri Kesehatan dan kami juga telah mendatangi studio tato untuk memastikannya. Sampai saat ini kami masih melakukan investigasi dan belum yakin jika turis itu tertular HIV dari tato ataukah penularan seksual," kata Nyoman Sutedja, kepala dinas kesehatan Bali seperti dikutip AFP.

Sebelumnya seorang turis Australia yang tidak disebutkan namanya melaporkan ia terinfeksi HIV setelah membuat tato saat berlibur di Pulau Dewata itu. 

Setiap tahunnya lebih dari satu juta turis mendatangi Bali untuk berlibur. Menurut Sutedja kasus HIV/AIDS di Bali mencapai 4.200 kasus. Kasus infeksi baru tertinggi ditemui pada wanita pekerja seks, meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya.

Tato dan tindik menggunakan jarum yang tidak steril memang bisa menularkan penyakit, terutama jika alat yang dipakai tercemar virus. Penularan yang paling sering ditemui adalah infeksi hepatitis.



Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/12/27/10254925/Dinkes.Bali.Selidiki.Infeksi.HIV.Melalui.Jarum.Tato.

Penyakit Karena Kebanyakan "Browsing"

Tidak terasa sudah, 5 tahun saya akrab dengan pasien-pasien yang mengeluh gangguan psikosomatik. Pasien yang biasanya mengeluh berbagai macam gejala fisik tetapi ternyata tidak ditemukan apa yang mendasari keluhannya, memang salah satu pasien yang paling banyak saya tangani.
Pengetahuan tentang mekanisme neurokimiawi di otak telah mengungkapkan "misteri" ini. Keterlibatan sistem neurokimiawi monoamine di otak yang terdiri dari sistem Serotonin, Dopamin dan Norepinephrine dan neuroendokrin di otak dapat menjelaskan gangguan psikosomatik.
Apalagi semakin ditambah dengan kemajuan teknologi pencitraan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging) di bidang kedokteran jiwa yang mampu memberikan gambaran otak yang sedang bekerja saat dilakukan pemeriksaan. Sayangnya, pemeriksaan ini memang tidak lazim dan mahal biayanya.
Satu hal yang menarik dari pengalaman klinis bertemu dengan pasien-pasien gangguan psikosomatik adalah bahwa rasa ingin tahu yang besar terhadap "penyakit" yang diderita pasien sering membuat pasien malahan semakin merasa "sakit".
Satu hal yang paling sering dialami adalah pasien seringkali mencocok-cocokan gejala sakitnya dengan salah satu penyakit berat yang diketahuinya dari berselancar alias browsing di internet.
Kita mengetahui kalau gejala-gejala gangguan psikosomatik sangat beragam dan menyerupai berbagai macam penyakit. Hal ini yang membuat pasien biasanya akan berusaha mencocokan gejalanya itu dengan penyakit yang diketahuinya dari hasil browsing. Tidak berlebihan jika banyak pasien yang datang ke saya mengatakan sebelumnya sudah melakukan kunjungan lebih dari tiga dokter yang mempunyai spesialisasi berbeda sebelum akhirnya datang ke saya.
Hal ini karena pasien merasakan khawatir akan gejala penyakitnya yang mirip dengan penyakit tertentu yang berat. Sakit jantung, kanker otak, kanker tulang, dan kanker lambung adalah sebagian penyakit yang sering dikeluhkan oleh pasien dengan gejala psikosomatik terkait dengan keluhan-keluhannya.
Stop Browsing
Saya sering mengingatkan pasien jika sudah bertemu dan diterangkan tentang kondisi sakitnya untuk tidak lagi browsing sembarangan. Jikalau masih ingin demikian, pasien harus mengomunikasikan hasilbrowsingnya kepada saya sebelum mengambil kesimpulan sendiri.
Kita memahami bahwa informasi yang tersedia di internet sangat beragam. Ketidakmampuan memilah informasi tersebut akan membuat malah pasien semakin tersiksa akibat selalu merasa dirinya sakit berat. Salah satu ciri dari pasien gangguan psikosomatik memang salah satunya adalah ketakutan akan menderita sakit yang berat.
Jadi bijaksanalah melakukan pencarian informasi di internet. Tanyakan kepada dokter segala informasi yang terkait dengan keluhan yang diderita. Jangan sampai timbul "penyakit" baru hanya gara-garabrowsing. Salam Sehat Jiwa !

* Psikiater/Pengamat Kesehatan Jiwa, Pengajar Ilmu Kedokteran Jiwa di FK UKRIDA

Tuesday, November 29, 2011

Perbedaan Internet, Exstranet, dan Intranet

INTERNET

        Internet (kependekan dari interconnection-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

Internet Pada Saat ini

    Internet dijaga oleh perjanjian bilateral atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

        Beberapa layanan populer di Internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.

Budaya Internet

        Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrem.

        Perkembangan Internet juga telah memengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce. Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government seperti di kabupaten Sragen yang mana ternyata berhasil memberikan peningkatan pemasukan daerah dengan memanfaatkan Internet untuk transparansi pengelolaan dana masyarakat dan pemangkasan jalur birokrasi, sehingga warga di daerah terebut sangat di untungkan demikian para pegawai negeri sipil dapat pula di tingkatkan kesejahterannya karena pemasukan daerah meningkat tajam.


EXTRANET

     Extranet atau Ekstranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain. Extranet dapat juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang dilebarkan bagi pengguna di luar perusahaan. Perusahaan yang membangun extranet dapat bertukar data bervolume besar dengan EDI (Electronic Data Interchange), berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam suatu jaringan kerjasama dan lain-lain. Contoh aplikasi yang dapat digunakan untuk extranet adalah Lotus Notes.

INTRANET

        Sebuah intranet adalah sebuah jaringan privat (private network) yang menggunakan protokol-protokol Internet (TCP/IP), untuk membagi informasi rahasia perusahaan atau operasi dalam perusahaan tersebut kepada karyawannya. Kadang-kadang, istilah intranet hanya merujuk kepada layanan yang terlihat, yakni situs web internal perusahaan. Untuk membangun sebuah intranet, maka sebuah jaringan haruslah memiliki beberapa komponen yang membangun Internet, yakni protokol Internet (Protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), klien dan juga server. Protokol HTTP dan beberapa protokol Internet lainnya (FTP, POP3, atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol yang sering digunakan. Umumnya, sebuah intranet dapat dipahami sebagai sebuah "versi pribadi dari jaringan Internet", atau sebagai sebuah versi dari Internet yang dimiliki oleh sebuah organisasi.

Penggunaan

        Saat ini perangkat elektronik pintar sudah merambah diseluruh aspek kehidupan contohnya di kantor, sekolah, rumah. Beberapa sekolah sudah menerapkan teknologi intranet. Seluruh komputer terhubung dengan satu jaringan lokal. Intranet sebagai pendatang baru mengandalkan biaya yang murah, fleksibilitas, open standard, dan banyaknya vendor yang bergabung dalam menigkatkan kemampuan intranet serta jaminan perkembangan teknologi yang makin meningkat kemampuannya. Intranet digunakan untuk membantu alat dan aplikasi, misalnya kolaborasi dalam kerja sama (untuk memfasilitasi bekerja dalam kelompok dan telekonferensi) atau direktori perusahaan yang sudah canggih, penjualan dan alat manajemen hubungan dengan pelanggan, manajemen proyek dll, untuk memajukan produktivitas. Intranet juga digunakan sebagai budaya perusahaan perubahan platform. Sebagai contoh, sejumlah besar karyawan membahas isu-isu kunci dalam aplikasi forum intranet dapat menyebabkan ide-ide baru dalam manajemen, produktivitas, kualitas, dan isu-isu perusahaan lainnya.

        Dalam intranet yang besar, lalu lintas situs web seringkali sama dengan lalu lintas situs Web publik dan dapat dipahami dengan lebih baik dengan menggunakan software web metrik untuk melacak aktivitas secara keseluruhan. Survei pengguna juga meningkatkan efektivitas situs intranet. Bisnis yang lebih besar memungkinkan pengguna dalam intranet mereka untuk mengakses internet publik melalui server firewall. Mereka memiliki kemampuan menangani pesan yang datang dan pergi serta menjaga keamanan yang utuh. Ketika bagian dari intranet diakses oleh pelanggan dan lainnya di luar bisnis, menjadi bagian dari sebuah extranet. Bisnis dapat mengirim pesan pribadi melalui jaringan publik, menggunakan enkripsi khusus / dekripsi dan perlindungan keamanan lainnya untuk menghubungkan satu bagian dari intranet mereka yang lain. Pengguna intranet yang berpengalaman, editorial, dan tim teknologi bekerja sama untuk menghasilkan website. Paling umum, intranet dikelola oleh departemen komunikasi, HR atau CIO organisasi besar, atau kombinasinya.




Sumber :

Monday, November 21, 2011

SDLC (Systems Development Life Cycle)

SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana(planning),analisa (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance). Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).
Tahapan SDLC
SDLC terdiri dari beberapa tahapan-tahapan berdasarkan analisa kebutuhan yang ada . Dimulai dari analisa kebutuhan perangkat lunak akan dibuat terlebih dahulu desain dari kebutuhan tersebut untuk mempermudah dalam pengerjaannya. Kemudian segala kebutuhan tersebut di implementasikan dengan dua tahap yaitu tahap analisa dan tahap evaluasi (User Acceptance Test). Setelah melakukan implementasi, maka proses tersebut akan dikembalikan kembali ke dalam tahap desain untuk pengembangan kembali perangkat lunak ke versi yang terbaru.
Proses Tahapan SDLC yang paling sering digunakan adalah :
1. Perencanaan:
Mempelajari konsep sistem dan permasalahan yang hendak diselesaikan. apakah sistem baru tersebut realistis dalam masalah pembiayaan, waktu, serta perbedaan dengan sistem yang ada sekarang.
2. Analisis Sistem:
Menganalisis konsep sistem, permasalahan dan keperluan yang hendak dibuat.
a)      Desain :
Mendesain sistem teknologi baru untuk permasalahan yang sama.
4 Konstruksi :
Perbaikan terhadap produk yang memiliki kesalahan/kerusakan
5 Implementasi
software yang telah diuji dan siap diimplementasikan kedalam sistem pengguna/ sudah siap diterapkan.
6 Maintenance:
sistem yang telah diimplemantasikan serta dapat mengikuti perkembangan dan perubahan apapun yang terjadi guna meraih tujuan penggunaannya
Kegunaan SDLC
Adapun kegunaan utama dari SDLC adalah mengakomodasi beberapa kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu biasanya berasal dari kebutuhan pengguna akhir dan juga pengadaan perbaikan sejumlah masalah yang terkait dengan pengembangan perangkat lunak. Kesemua itu dirangkum pada proses SDLC yang dapat berupa penambahan fitur baru (baca : kemampuan penggunaan) baik itu secara modular (baca : instalasi parsial atau update dan upgrade perangkat lunak) maupun dengan proses instalasi baru (baca : penggantian perangkat lunak menyeluruh atau software replacement). Dari proses SDLC juga berapa lama umur sebuah perangkat lunak dapat diperkirakan untuk dipergunakan yang dapat diukur atau disesuaikan dengan kebijakan dukungan (baca : software support) dari pengembang perangkat lunak terkait.
Implementasi SDLC
Secara sederhana proses implementasi SDLC dapat dilihat dari penamaan sebuah perangkat lunak - sebagai contoh berikut :
·         Sebuah aplikasi contoh “ABCDE” versi 1.0 {alpha|beta|STABLE|i386|x64}, dapat diartikan bahwa aplikasi contoh “ABCDE” tersebut dipublikasikan dalam tahap awal yang ditandai dengan label versi 1.0 atau biasanya disingkat dengan huruf v1.0. Bila dikemudian waktu label versi menjadi versi 1.2atau v1.2 maka hal tersebut menandakan bahwa perangkat lunak tersebut telah mengalami revisi (baca : perbaikan) dari versi sebelumnya.
·         Penambahan akhiran {alpha|beta|STABLE} menunjukkan status pengembangan perangkat lunak tersebut - dimana yang berakhiran alpha menandakan bahwa perangkat lunak tersebut masih dalam pengembangan dalam tahap yang paling awal sehingga kemungkinan akan adanya kesalahan operasional dari perangkat lunak tersebut (baca : software error) masih akan sering dirasakan, dan masih layak di-uji-coba secara terbatas dalam laboratorium. Yang berakhiran beta menandakan bahwa sebuah perangkat lunak tersebut telah siap dipublikasikan dalam lingkup percobaan pada pengguna akhir sembari pengembang menerima masukan evaluasi dari pengguna secara langsung. Penandaan STABLE menunjukkan bahwa sebuah perangkat lunak telah lulus uji coba laboratorium secara baik dan layak untuk dipergunakan di-lingkungan produksi atau pengguna umum.
·         Penambahan akhiran {i386|x64|smp|sparc|ppc} menunjukkan dalam lingkungan komputasi berbasis prosesor apa sebuah perangkat lunak di-kembangkan dan untuk di-operasikan (baca : di-install). i386menunjukkan bahwa sebuah perangkat lunak dikembangkan dan di-operasikan untuk lingkungan komputasi berbasis prosesor sekelas Intel 32-bit. x64 berarti dikembangkan untuk kelas prosesor Intel 64-bit. smp berarti perangkat lunak tersebut dapat digunakan untuk oleh komputer CPU berprosesor dua atau lebih. sparc menunjukkan bahwa perangkat lunak dikembangkan khusus untuk komputer berbasis prosesor SUN SPARCppc khusus untuk komputer berbasis CPU PowerPC atau PPC.
Kebutuhan SDLC
Penerapan SDLC yang baik dan benar pada prinsipnya juga membutuhkan biaya baik itu finansial dan non-finansial, baik itu teknis maupun non-teknis yang tidak sedikit. Kesemua hal tersebut wajib diperhitungkan secara cermat agar proses pengembangan perangkat lunak itu sendiri (yang menjadi inti utama dari SDLC) tidak terhambat atau bahkan terbengkalai.
Limitasi SDLC
Kadangkala, perkembangan dan penggunaan teknologi antara perangkat keras dan perangkat lunak, dan sesama perangkat lunak tidak sejalan (baca : lebih cepat atau lebih lambat antara satu dengan lainnya, antara mendukung dan tidak mendukung satu dengan lainnya) - sehingga terkadang hasil proses SDLC yang membutuhkan aplikasi pendukung lainnya (baca : software dependencies) maupunperangkat keras (baca : hardware) yang benar-benar mendukung (baca : perangkat keras baru) agak kesulitan dalam proses penyesuaian (baca : serapan) sehingga dapat menyebabkan proses implementasi SDLC “terkesan” stagnan.