Thursday, April 14, 2011

Saudara Sepupu T-Rex Ditemukan di China

Saudara sepupu T-Rex yang telah lama hilang akhirnya ditemukan di China. Sama-sama pemakan daging alias karnivora. Ukurannya kurang lebih sama dengan T-Rex, namun diperkirakan dia adalah salah satu dinosaurus pemakan daging terbesar yang pernah ditemukan sampai saat ini.

Sisa-sisa karnivora ini ditemukan di tambang fosil, yang lokasinya berdekatan dengan situs lain di bagian Timur China, salah satu konsentrasi terbesar untuk tulang dinosaurus di dunia.

"Kami menamakan spesies baru iniZhucengtyrannus magnus, yang artinya 'Tyranosaurus Besar dari Zhungcheng', karena fosil tulangnya ditemukan di Zhungcheng, bagian barat provinsi Shandong, China," kata David Hone, seorang ahli paleontologi dari University College Dublin di Irlandia.

Zhucengtyrannus adalah sejenis tyrannosaurus, anggota dari kelompok besar Theropoda. Dinosaurus yang tergolong Theropoda umumnya memiliki kaki yang lincah dan sangat buas, termasuk T-Rex dan sejenisnya.

Meski kakinya lincah dan kuat, lengan Theropoda yang berjumlah dua biasanya kecil dan berjari. Namun, tangan ini berkoordinasi sangat baik dengan rahang besarnya untuk mengoyak-ngoyakkan tubuh mangsa dan mematahkan tulangnya.

"Ini adalah dinosaurus terbesar dan satu-satunya yang berjenis tyrannosaurus di China. Sejauh ini baru ada lima spesies dinosaurus pemakan daging dari kelompok Theropoda," tutur Hone pada LiveScience.com, Rabu 13 April 2011.

"Zhucengtyrannus sedikit berbeda dengan tyrannosaurus lainnya. Mereka memiliki kombinasi tulang tengkorak yang unik yang tidak ditemukan di Theropoda lain," tandasnya.

Para peneliti mengestimasi Zhucengtyrannus memiliki tinggi 13 kaki (setara 4 meter) dan berat mendekati 13.200 pound (setara 6.000 kilogram), kurang lebih sama dengan bis sekolah bertingkat.

Di zaman purba, tepatnya pada periode Cretaceous akhir (sekitar 65 juta hingga 99 juta tahun yang lalu), "keluarga besar" tyrannosaurus diperkirakan hidup dan berkembang biak di Amerika Utara dan Asia Timur. Di zamannya, mereka dikenal sebagai pemangsa terbuas dan pemulung.



Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/214591-saudara-sepupu-t-rex-ditemukan-di-china

Tuesday, April 12, 2011

Second Rings Band DeathMetal Bekasi

Second rings : 
Band baru kami mengusung Genre Deathmetal,
band yg dibuat oleh drummer dan guitarist ini bertujuan untuk memajukan kemampuan masing2 personalnya...

Drummer yg mencetuskan ide untuk membuat band yg akhirnya bernama "SecondRingS" memulai bermain Drum pada usia 5 tahun. dah masih aktif bermain Drum hingga sekarang ini bernama Gea Adinda.

Jika anda melihat guitarist band ini tetap anda tidak akan percaya jika hanya melihat sosoknya, anda harus melihatnya sendiri ketika ia memainkan jarinya. ia biasa dipanggil Agung, pengetahuannya ttg bermain gitar pun didapatnya dari belajar bermain gitar classic di salah satu institusi sejak ia berumur 8 tahun.

bassist kami biasa di panggil Muslih A.K.A "SlaY", Dengan berkiblat dari beberapa pemain bass handal, bassist band ini pun mempunyai pengetahuan yg cukup bagus akan gaya dia mencabik bass.

setelah sempat gonta ganti personil, maka sekarang kami memiliki vokalis baru yang bernama Putra, ia pun sekarang telah menyempurnakan musik kami dengan kualitas vokalnya yg berkiblat kepada vokalis2 band2 Deathmetal terkenal saat ini



link performnya bisa liat di youtube kok --->> http://www.youtube.com/watch?v=qsedf...EC261A1D38E39E


link ke 2 ----> http://www.youtube.com/watch?v=a1oTQ...38E39E&index=2

link ke 3----> http://www.youtube.com/watch?v=QApo0...38E39E&index=3




FBlink-->http://www.facebook.com/pages/Second...70411676319768



thanks....
keep support your local Band.




Bir Pletok Betawi Yang Langka

Mungkin benar, orang-orang Betawi mulai terpinggirkan. Buktinya  sebagian besar tanah-tanah di kawasan segitiga emas Jakarta, Setiabudi misalnya,  sudah bukan milik anak cucu Si Pitung. Padahal, Setiabudi hingga Karet adalah kantong-kantong penduduk Betawi.

Budaya Betawi mulai tergusur. Mungkin pengaruh budaya baru di Jakarta sangat kencang. Semua aliran budaya, baik dari dalam bahkan luar Indonesia berebut pengaruh di ibukota.
Namun, juga benar bahwa anak cucu orang-orang Betawi merindukan adat, tata cara, kebiasaan, kebiasaan dan juga peninggalan engkong serta nyai mereka tempo dulu.
Di Bale Betawi, salah satu sudut ajang Jakarta Fair, Kemayoran, Jakarta Pusat, gairah untuk kembali ke budaya asli Betawi itu kembali mencuat. Cobalah jenguk Bale itu, di samping hall D, atau depan gerbang Gambir Expo.

Di tempat itu, setiap hari ratusan hingga ribuan pengunjung JFK berdatangan, menengok salah satu stan terunik di Jakarta Fair tahun ini.  Mereka berebut dan rela mengantri, sekedar agar dapat berfoto bareng dengan sejumlah ondel-ondel yang setia berdiri di sana. Juga membeli panganan khas Betawi yang tersedia. Mereka juga mengincar minuman ala betawi asli, Bir Pletok.

Ini jenis bir 'zero' alkohol. Bir Pletok termasuk langka. Apalagi dibanding dengan makanan betawi lainnya, seperti kerak telor. Mereka yang bisa membuat minuman ini kian  sedikit jumlahnya. Bahan-bahan yang dibutuhkannya pun kian sulit ditemukan di Jakarta. Itu membuat ratusan liter Bir Pletok di Bale Betawi selalu ludes.

“Kami membutuhkan 12 macam rempah untuk membuat Bir Pletok yang sesungguhnya. Kami berusaha keras, mempertahankan, termasuk menjauhkan dari bahan-bahan pengawet,” kata Ariani Arsyad, pemilik bir pletok yang digadang-gadang keasliannya itu, yang dikutip dari press release PT JIExpo, penyelenggara Jakarta Fair.

Dari dua belas macam rempah, itu menurut Ariani, antara lain jahe merah, kayu secang, kayu manis, kapulaga dan gula pasir. Semua bahan direbus menjadi satu. Setiap satu kilogram bahan rempah, dicampur dengan lima liter air. Lalu disaring hingga dua kali. Tujuannya memisahkan rempah dari airnya.

“Nama pletok, diambil dari bunyi kapulaga yang terpecah saat direbus. Sementara istilah bir, konon merupakan istilah yang diambil Pitung, karena kerap melihat kebiasaan orang Belanda minum bir,” kata Ariani.

Dilihat dari berbagai bahan yang digunakan, maka tak aneh rasanya bila bir pletok memiliki banyak manfaat. Antara lain menjaga stamina, menghilangkan batuk, masuk angin, pegal, dan mengurangi rematik.

“Kata orang tua, dari semua manfaat itu, yang pasti bir ini bisa menghilangkan haus,” kata Ariani sembari berkelakar.

Hingga saat ini, kata Ariani, banyak orang percaya bir buatannya adalah asli, seperti saat Pitung membuatnya dulu. Karena resepnya berasal dari bapaknya langsung, yaitu Muhammad Arsyad, atau babe Arsyad dari daerah Matraman, Jakarta Timur.   Sedang babe Arsyad hanya meneruskan kebiasaan H. Timin, yang tak lain babenya sendiri.

Dengan selesai acara Jakarta Fair di pertengahan Juli 2010, dan bir pletok bermerek  Babe Arsyad, yang konon asli itu tak lagi jualan di Jakarta Fair, maka minuman ini, bisa didapat di alamat Wisma Lapan Putra, Jalan Pramuka Jati C 17, Jakarta Pusat.

Efek Badai Matahari Bagi Bumi

Ancaman 'tsunami matahari' yang sempat ramai diberitakan terhadap bumi nihil. Tidak ada tsunami atau badai matahari pada Selasa, 3 Agustus 2010. 

Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, kalaupun terjadi tsunami matahari, tidak akan berdampak buruk terhadap bumi. Tsunami matahari hanya berdampak di sekitar titik ledakan. 

Yang memungkinkan memberi dampak pada bumi adalah badai matahari. Itupun jika lontaran massa matahari beskala besardan mengarah ke bumi. 

Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.

Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan memengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.

Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013.
Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.
Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.
Ancaman badai matahari yang berpotensi menghantam bumi pada 2012 inilah yang sempat menguatkan mitos mengenai akhir dunia atau kiamat pada 2010. Sebuah mitos yang tak cukup bukti ilmiah untuk dipercaya.

Pluit, Garda Depan Benteng Vijhoek





Bagi warga Jakarta, siapa yang tidak mengenal Pluit? Pluit yang terletak di utara Jakarta ini kini dikenal sebagai kawasan hunian papan atas bagi masyarakat Jakarta. 

Ini terlihat dari banyaknya pemukiman elit di wilayah ini serta keberadaan mal megah yang menghias seantero kawasan yang berdekatan dengan teluk Jakarta ini. Namun, tahukah anda asal mula kawasan ini dinamakan Pluit?

Peta Topographish Bureau Batavia tahun 1903 menjelaskan kawasan di sebelah utara Jakarta ini sejak dahulu memang sudah dikenal dengan nama Pluit atau Fluit. Jika mengacu pada kamus Belanda, Fluit bisa diartikan sebagai suling atau pluit wasit pertandingan.

Atau dapat juga diartikan sebagai roti panjang sempit. Namun, rupanya sejarah nama Pluit tidak ada hubungannya dengan suling, pluit wasit maupun roti panjang.

Menurut sejarawan Betawi, Alwi Shahab, sejarah penamaan Pluit bermula saat pasukan Belanda menggunakan sebuah kapal rusak untuk menghambat pasukan kesultanan Banten yang menyerang dari arah barat Jakarta.

"Pada tahun 1660, di pantai timur Muara Kali Angke diletakkan Fluitship (kapal lurus panjang) bernama Het Witte Paert yang sudah tidak laik untuk dipakai melaut" ungkap Alwi dalam catatannya.

Kemudian, kapal rusak tersebut diijadikan kubu pertahanan untuk membantu benteng Vijhoek yang terletak di pinggir kali Grogol sebelah timur kali Angke dalam rangka menanggulangi serangan-serangan sporadis yang dilakukan pasukan kesultanan Banten selama bertahun-tahun.

Kubu tersebut kemudian dikenal dengan sebutan De Fluit oleh masyarakat setempat. Dan lambat laun dengan berlalunya waktu, penyebutan Fluit pun berubah menjadi Pluit.

Kini setelah masa kemerdekaan, jejak keberadaan kapal rusak yang dijadikan kubu pertahanan itu pun sudah tidak terlihat. Begitu pula dengan keberadaan Benteng Vijhoek yang sudah tudak tersisa.

Di sepanjang sisi aliran kali Grogol kini dipasangi pagar besi. Sejumlah jalan layang (fly over) pun menghiasi kawasan ini.
Kelurahan Pluit yang saat ini termasuk dalam bagian wilayah kecamatan Penjaringan telah berkembang pesat.

Pluit saat ini diisi oleh beragam perumahan elite dan mewah seperti Perumahan Pluit, Muara Karang, Pantai Mutiara. "Kebanyakan, penghuni perumahan di Pluit diisi oleh warga Jakarta turunan Tionghoa yang sukses menjadi pedagang Glodok" ujar seorang warga Pluit, Kimin beberapa waktu lalu.

Kimin yang menetap di Pluit sejak tahun 1970 ini mengungkapkan keturunan warga Betawi di Pluit tidak terlalu mengakar kuat seperti kawasan Jakarta lainnya di Kemang ataupun Kebayoran Baru. "Di sini rata-rata pendatang yang berdagang" ujar Kimin."

Selain perumahan elit, kini kawasan Pluit yang berbatasan dengan Teluk Jakarta di sebelah utara, kelurahan Penjaringan di sebelah Barat, kelurahan Kapuk di sebelah timur dan kelurahan Penjaringan di sebelah Barat juga dikenal dengan keberadaan Mal besar seperti Carrefour dan Pluit Village.

Pluit juga dikenal dengan sajian beragam makanan daerah, khususnya Tinghoa khas Sumatera Utara. Cepatnya perkembangan kawasan Pluit, karena wilayah ini termasuk sebagai kawasan startegis. Keberadaan Pluit berdekatan dengan pusat perdagangan Glodok dan Bandara Internasional Soekarno Hatta.



Sumber : http://metro.vivanews.com/news/read/164492-pluit--garda-depan-benteng-vijhoek

Besar UFO Inggris Itu 20 Kali Lapangan Bola


Badan Arsip Inggris kembali membuka ribuan file tentang penampakan benda misterius di langit alias unidentified flying object (UFO), Kamis 5 Agustus 2010. 

Salah satunya adalah penampakan pesawat raksasa misterius yang besarnya '20 kali lapangan bola' di atas Bandara Manchester, Inggris, Januari 1995. 

Penampakan itu dilaporkan para saksi mata ke pihak militer setempat. Yang luar biasa, di hari yang sama, pilot British Airways melaporkan pesawatnya 'hampir meleset' saat ia mencoba mendaratkan Boeing 737 di landasan. Ini jadi bahan investigasi Departemen Pertahanan. 

Laporan lain menyebutkan,  penampakan benda mirip cerutu di atas Lancashire pada Februiari 1977, serta pada Oktober 1980, dua petugas polisi yang melakukan patroli  di RAF Woodbridge, Suffolk, melihat obyek aneh yang bersinar dari dalam hutan.

"Deskripsi obyek tersebut, berwarna metalik, dan berbentuk segitiga. Benda ini memancarkan cahaya putih ke hutan di sekitarnya," demikian bunyi laporan tersebut, seperti dimuat lamanThe Sun

Salah satu laporan yang paling menarik perhatian adalah keputusan Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill yang  sengaja merahasiakan insiden 'pertemuan' antara UFO dengan pesawat pembom milik RAF di atas perairan Inggris.

Dalam dokumen rahasia yang diungkap hari ini, Churchill beralasan, dia tak mau rakyat panik dan kehilangan keyakinan agamanya.

Churchill mengeluarkan keputusan itu di sela-sela rapat rahasia dengan komandan pasukan sekutu, Jenderal Dwight Eisenhower di sebuah tempat yang dirahasiakan di Amerika Serikat.
***
File yang kemarin diungkap juga menyebut bahwa penampakan UFO di Inggris pada tahun 1950-an mendapat tanggapan serius, bahkan didiskusikan oleh pejabat intelijen level tinggi.

Penulis 'The UFO files' dan dosen jurnalistik senior dari Sheffield Hallam University mengatakan, di tanggal-tanggal di file yang kemarin dibuka adalah saat di mana ketertarikan terhadap dunia paranormal mencapai puncaknya.

Apalagi, didukung sejumlah film fiksi ilmiah semacam 'The X Files' dan 'Independence Day'.

Sementara, Nick Pope, mantan pegawai Departemen Pertahanan Inggris yang menangani file UFO mengatakan, seberapa besar kepercayaan seseorang tentang keberadaan UFO, ada fakta-fakta yang harus dipertimbangkan.

"Mayoritas dari laporan penampakan UFO adalah kesalahan identifikasi benda, misalnya lampu pesawat atau meteor. Namun, sebagian kecil dari laporan tersebut sampai sekarang tidak bisa dijelaskan," kata dia, seperti dimuat Daily Telegraph.

Kisah Masjid Dibangun Satu Malam



Ada ratusan tempat ibadah umat islam di Jakarta merupakan bangunan tua, bahkan umurnya lebih dari empat abad. Salah satu yang paling tua adalah Masjid Al-Alam, di Kampung Marunda Pulo RW 07 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Masjid yang berdiri sejak tahun 1600 itu, mempunyai nilai historis tersendiri. Lokasi Masjid yang berada persis di pesisir pantai Marunda merupakan salah satu 12 obyek destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara.

Konon Masjid Al Alam (Al Auliya) Marunda, dibangun hanya dalam tempo semalam. Banyak kisah heroik muncul dari masjid ini, di antaranya Si Pitung.

Kedatangan para peziarah dari berbagai daerah, tidak lepas dari keistimewaan sejarah Masjid Al Alam yang konon dibangun oleh Walisongo.

"Masjid ini dibangun Walisongo dengan tempo semalam, saat menempuh perjalanan dari Banten ke Jawa," kata M. Sambo bin Ishak, wakil ketua Masjid Al Alam. "Karena itu, nama asli masjid ini Al Auliya, masjid yang dibangun para wali Allah," lanjutnya.

Sementara di tempat terpisah, tokoh Betawi, Alwi Shahab, mengatakan bahwa pendiri masjid Al Alam adalah Fatahilah dan pasukannya pada tahun 1527 M, setelah mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa.

Ada keyakinan di masyarakat Marunda, bahwa Fatahillah membangun Masjid Al-Alam hanya dalam sehari. Meski berbeda pendapat, baik Sambo dan Alwi Shahab mengatakan hal yang sama bahwa Masjid Al Alam dibangun hanya dalam tempo semalam, meski pijakan alasan keduanya berbeda.

Berangkat dari tempo pembangunan itu, tidak mengherankan bila masjid yang ukurannya mirip musalah itu menjadi istimewa bagi masyarakat Marunda khusunya, dan umat Islam umumnya. Terlebih bila mengingat bahwa Masjid Al Alam juga sarat nilai sejarah perlawanan terhadap penjajah.

Seratus tahun kemudian (1628-1629), lanjut Alwi Shahab, ketika ribuan prajurit Mataram pimpinan Bahurekso menyerang markas VOC (kini gedung museum sejarah Jakarta) para prajurit Islam ini lebih dulu singgah di Marunda untuk mengatur siasat perjuangan.

Penuturan Alwi Shahab tersebut, senada dengan penjelasan Sambo tentang lubang kecil berbentuk setengah oval yang terdapat di bagian kiri masjid Al Alam. Menurutnya, lubang tersebut digunakan sebagai pengintaian terhadap bala tentara musuh.

"Tidak hanya tentara Demak, tapi juga Si Pitung, Si Ronda, Si Jampang, Si Mirah dan lainnya pernah bersembunyi di sini dari kejaran Belanda. Mereka bisa selamat karena menurut cerita, bila bersembunyi di Masjid ini mereka tidak akan kelihatan." ujar Alwi.

Sementara itu, melihat arsitektur Masjid Al Alam akan mengingatkan pada model Masjid Demak, namun berskala lebih mini  ukurannya 10×10 meter. Atapnya yang berbentuk joglo ditopang oleh 4 pilar bulat seperti kaki bidak catur.

Mihrab yang pas dengan ukuran badan menjorok ke dalam tembok, berada di sebelah kiri mimbar. Uniknya masjid ini berplafon setinggi dua meter dari lantai dalam.

Kemudian, di bagian kiri Masjid, dulunya merupakan kolam yang digunakan untuk mencuci kaki sebelum masuk masjid. Ini mengingatkan pada arsitektur Masjid Agung Banten Lama. Bedanya, kolam di Masjid Agung Banten Lama terletak di bagian depan halaman masjid.

Beberapa bagian masjid lainnya masih asli. Di antaranya adalah tembok di ruang utama masjid yang memiliki ketebalan sekitar 27 cm dan hiasan jendela yang terdapat di ruang pengimaman. "Itu juga asli, dalamnya terbuat dari batu giok," lanjutnya.

Selain itu, Sambo juga menunjukkan sebuah tongkat yang terukir melingkar seperti ular. Menurutnya, tongkat itu cukup istimewa dan hanya dikeluarkan setiap hari Jum'at saat khutbah.

"Tongkat ini datangnya misterius. Tiba-tiba datang ke sini lewat air," katanya.

Saat ini, masjid yang terletak di tepi pantai itu tidak pernah sepi. Selalu diziarahi, terutama setiap malam Jumat Kliwon dengan kegiatan rutin berupa istighotsah.

Begitu juga sumur tua yang usianya ratusan tahun tersebut berada di samping masjid sampai saat ini air masih tetap mengalir dan tidak pernah kering.

Dengan keistimewaan Masjid Al Alam, baik nilai-nilai sejarah perlawanan yang heroik dan karomah para pendirinya, dalam perkembangannya juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar Marunda, baik yang berhubungan dengan nilai-nilai islami maupun rizki.

Dengan ramainya para peziarah, masyarakat bisa mengambil keuntungan dengan menjual makanan di sekitar Masjid Al Alam. Apalagi saat bulan suci Ramadan.

Demikianlah keistimewaan Masjid Al Alam atau Al Auliyah Marunda. Meski dibangun hanya dalam tempo semalam, tapi manfaatnya terasa hingga ratusan tahun.

"Bangunannya mengandung budaya Jawa, Arab, dan Eropa," ungkapnya. Gaya Jawa terlihat pada atap joglo yang bertingkat dua, gaya Arab terlihat pada ukiran kaligrafi, dan gaya Eropa terlihat pada empat tiang yang menopang atap masjid.

Saat Ramadhan tiba, banyak jemaah, dari Jakarta maupun dari daerah, sejak awal hingga akhir Ramadan. Menjelang 10 hari Idul Fitri, lebih banyak orang yang datang untuk beriktikaf.

"Setelah melakukan iktikaf biasanya mereka berziarah ke rumah Si Pitung sambil menikmati suasana pantai publik Marunda," ungkap Aman.



Sumber : http://metro.vivanews.com/news/read/170316-masjid-al-alam-marunda-dibangun-satu-malam

12-4-1961: Manusia Pertama ke Luar Angkasa









Tepat 50 tahun yang lalu, astronot Uni Soviet bernama Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang meluncur ke luar angkasa. Kini, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengakui pencapaian Gagarin itu dengan menetapkan tanggal 12 April sebagai "Hari Penerbangan Antariksa Internasional."

Menurut stasiun televisi History Channel, putra seorang tukang kayu itu berhasil mengorbit selama satu jam dan 29 menit setelah meluncur dengan roket Vostok 1. Setelah berhasil kembali ke Bumi, Gagarin menjadi terkenal di penjuru dunia. Dia pun dianggap pahlawan oleh pemerintah Uni Soviet.

Sejak saat itu, Gagarin tidak pernah lagi meluncur ke luar angkasa. Namun, Gagarin diberi tanggungjawab untuk melatih para astronot, yang di Soviet disebut sebagai kosmonot.

Gagarin wafat di usia 34 tahun. Pesawat jet yang dikemudikannya jatuh saat melakukan penerbangan latihan pada 27 Maret 1968 di dekat Moskow.



Sumber : http://dunia.vivanews.com/news/read/214242-12-4-1961--manusia-pertama-ke-luar-angkasa